Sapuan Imaji Isogawa

Posted: July 17, 2012 in Uncategorized

“Fashion can be art, and art can be fashion. Both are a reflection of society and the times we live in.” –Akira Isogawa-

Selama kita mampu memandang batas perbedaan tersebut dengan paradigma yang positif, maka Australia, Amerika dan Eropa akan menghormati fashion Asia.” –Akira Isogawa”

Potret kreatifitasnya bersinergi dengan sebuah perspektif menarik akan uniknya refleksi seni dan fashion. Nilai historis akan tradisi negeri matahari pun disublimasikan pada pusaran nilai-nilai logis dekoratif yang feminin. Estetis dengan balutan tehnik tradisional desain khas negeri Jepang. Layaknya nada dalam musik, karya desainnya mampu beresonansi, membentuk orkestra yang berirama.

Akira Isogawa. Sebuah nama yang langsung membawa angan kita menuju negeri Sakura. Ia memang seorang putra Jepang. Lahir dan dibesarkan di Kyoto, sebuah kota yang terletak di Pulau Honshu. Pria 48 tahun ini lantas memilin mimpi, hijrah ke Sydney pada usia yang cukup muda. 21 tahun. Isogawa pun memutuskan untuk mendalami dunia fashion di Sydney Institute of Technology pada tahun 1985. Delapan tahun berselang, kemampuannya meracik ‘resep’ timur dengan padanan barat, berhasil dibuktikan melalui pembukaan butik pertamanya di Woollahra, Sydney.
Ia menjadi salah satu pelaku mode yang menggerakkan roda industri fashion Asia di Australia. Kehadirannya mampu memberikan darah segar bagi perkembangan fashion di Australia yang kala itu masih dipengaruhi oleh Victorian Fashion. Memperkenalkan fashion dengan cara yang unik, koleksi Autumn/Winter Etheric Zest nya berhasil dipresentasikan di Tranoi, Paris pada 1999. Rupanya, Isogawa meletakkan landasan fashionnya  melalui dua cara. “Terkadang saya menggambar berdasarkan tradisi sejarah Jepang dengan pendekatan ala ‘barat’. Atau, alternatif lainnya adalah saya bisa saja terinspirasi oleh budaya Eropa, tapi diinterpretasikan melalui tata cara Jepang,” ujarnya pada AMICA Indonesia.

Budaya timur dan barat memang ibarat seni klasik dan kontemporer. Dua masa yang berbeda. Namun, bagi Isogawa, keduanya memiliki hubungan yang erat. Dijelaskannya, para desainer kini banyak terinspirasi oleh budaya-budaya unik karena mereka berkesempatan menjelajahi berbagai negara. Disinilah letak magisnya. Jurang perbedaan budaya yang begitu besar kini sudah semakin sempit.

Peraih gelar Australian Designer of the Year dan Women’s wear Designer of the Year dari Australian Fashion Industry Awards ini juga yakin bahwa fashion di Asia sedikit banyak cukup mempengaruhi perkembangan mode di Australia, Amerika dan Eropa. “Selama kita mampu memandang batas perbedaan tersebut dengan paradigma yang positif, Australia, Amerika dan Eropa akan menghormati fashion Asia,” ia optimis.

 

SHIBORI

Akira Isogawa tampaknya mewarisi sifat kebanyakan orang di negeri Kaisar Akihito. Pekerja keras. Hal ini membuahkan hasil beberapa penghargaan seperti Fashion  of  the Year  di  Powerhouse Museum, Sydney dan disambut dengan dibukanya dua butik lain di Brisbane dan Melbourne pada 2004.

Butiknya di kawasan GPO, Bourke Street, Melbourne, cukup mengintimidasi dan sangat deskontruktif. Perasaan itulah yang muncul ketika AMICA memasuki ruang dengan pintu-pintu kayu beramplas. Dinding-dindingnya seolah bercengkrama dengan refleksi wajah Anda yang tiba-tiba saja muncul melalui cermin raksasa. Seram.

Saat Anda berkomitmen untuk masuk ke dalam ruang itu, Anda akan merasa terekspos dan gamang. Ini bak plot dalam film Green Mile. Mati. Tidak ada musik. Tidak ada sapaan dari penjaga butik. Sangat dingin, tenang dan kaku. Tapakan sepatu Anda pun akan terasa mengggema ke seluruh ruangan. Inilah kesan yang rupanya ingin Isogawa sampaikan.

Kreasi nya pun tidak berbeda jauh. Misterius, meski tetap memperlihatkan garis feminitas yang tajam. Ia bermain dengan textile design yang menggunakan tehnik Shibori. Sebuah istilah Jepang dalam mewarnai kain dengan cara diikat, dilipat (origami), atau disimpul. Shibori yang sudah dikenal sejak abad ke-8 ini diciptakan dengan cara menghiasi bahan tekstil, membuat pola pada bahannya, dan menutup bagian tertentu sebelum  dicelup. Cukup istimewa, karena akan menampilkan unsur tiga dimensi pada tekstur kainnya.

Akira masih berkonsentrasi pada women’s fashion yang cukup banyak menggunakan bahan silk taffeta kontemporer, dengan tetap mempertahankan kualitas orisinilnya. Interpretasi baru terhadap ruching (istilah prancis untuk menyatukan lipatan) juga dipercaya pria ramah ini dapat meningkatkan bayangan lembut dan menambah volume pada karyanya. Tidak lupa, sentuhan kain tradisional Jepang seperti Hakama dan Kimono juga menjadi unsur penting untuk menjaga distingtifitas. Inilah sebuah definisi cerdas atas modernitas yang menarik.

INTERPRETASI BATIK

Andai Akira Isogawa tidak mengagungkan seni, mungkin saja kreasinya seolah tidak bernyawa. Keduanya adalah rangkaian yang mutlak. Fashion can be art, and art can be fashion. Both are a reflection of society and the times we live in,” ujar pria yang baru-baru ini berkolaborasi dengan Australian airline, Qantas, mendesain aksesoris mewah bagi penumpang kelas satu.

Seni telah membawa Isogawa dalam berbagai peleburan budaya yang manis. Salah satunya adalah inspirasi budaya batik asal Indonesia. “Saya telah menggunakan banyak motif yang terinspirasi dari tekstil Indonesia seperti batik dan ikat. Semuanya dengan cepat masuk dalam imaji saya,” ujar desainer yang juga sempat menampilkan karyanya di Jakarta Fashion Week, empat tahun lalu.

Meskipun terkesan hanya berkutat pada seni dan budaya, masih ada banyak kemungkinan lain untuk dijadikan inspirasi berkaryanya. “Beberapa desainer mungkin akan menengok ke masa lampau, beberapa lainnya akan asyik menenggelamkan diri pada apa yang kini sedang terjadi, dan sisanya akan menatap masa depan,” kata Isogawa. Namun, seperti halnya kehidupan, fashion yang dianut Isogawa adalah pilihan. Yang jelas, ia telah berhasil membanggakan warga Jepang dan Asia, dengan sapuan imaji garis desainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s