Oka Diputra, Sketsa Indah Dari Pulau Bali

Posted: August 25, 2011 in Uncategorized

Text and Styling   (Vera Waloeyo)
Photo (Hary Subastian)
Model  (Anna- JIM)

“Bali adalah jendela dunia. Saya tidak akan meninggalkan Bali, karena di sinilah saya dapat mengekspresikan dunia saya sendiri sebagai desainer.” -Oka Diputra-

“When a person is in fashion, all they do is right.” – Lord Chesterfield-

Kala banyak pelaku mode belajar dan berkiblat pada kencangnya hembusan angin Barat, Oka Diputra justru betah berbasis di pulau Bali dengan ornamentasi kesederhanaan. Bertemu dengannya seolah menjadi jawaban atas rasa penasaran kami pada sosok ramah yang selama ini hanya kami kenali dari suara dan sebuah pesan singkat melalui telepon genggam. ”Oh… AMICA yah. Wah, terima kasih sudah mau mengangkat profil saya. Senang sekali. Tapi saya tinggal di Bali. Bagaimana ya?” jawab Oka melalui SMS.

Beruntung tidak lama kemudian, Oka dijadwalkan membuka pergelaran Jakarta Fashion and Food Festival. Meski hanya satu hari berada di Jakarta, ia menyempatkan bertemu AMICA di pagi hari dan rela mengubah jadwal penerbangannya lebih pagi. Tidak mudah menuangkan cerita hidupnya dalam lembaran sebuah kata. Terlalu banyak hal unik yang melekat dari dirinya. Sosoknya sebagai pria Bali, desainer fashion Indonesia yang berkompetisi dalam lingkup internasional, juga sebagai pebisnis sejati seakan menunjukkan bahwa hidupnya sangat dinamis.

Oka Diputra adalah salah seorang penggerak roda industri fashion Indonesia yang kini banyak menghabiskan waktunya berkreativitas ke mancanegara untuk menangkap inspirasi. Inspirasi yang dituangkan dalam sketsa-sketsa pola indah yang menghiasi ratusan panggung fashion. ”Inspirasi terbesar saya berasal dari panggilan jiwa untuk terus melakukan diving. Makhluk-makhluk indah di dalamnya selalu menyalurkan sebuah nafas baru untuk membuat rancangan yang unik,” ujarnya. Tak heran ia pernah membuat koleksi berbentuk koral yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan fashion week di berbagai negara. Namun mimpi Oka untuk menjadi desainer fashion harus melewati tebing yang cukup besar saat sang ibu memberikan komentar pedasnya, “Memangnya apa yang dapat dibanggakan dengan menjadi desainer? Mana bukti yang dapat kamu tunjukkan,” ujar Oka yang dengan lucu menirukan mimik dan gaya ibunya, ketika ia belum sehebat saat ini. Komentar pedas itu pun membawa Oka ke dalam muara menggebu-gebu untuk membuka butik pertamanya yang secara keuangan dibantu oleh sahabatnya.

Dengan konsep ready to wear, Oka memulai apa yang ingin terus ia lanjutkan hingga pikiran tak lagi sanggup menampung kreativitasnya. ”Saya selalu mengikuti apa yang hati ini inginkan. Itu sebabnya saya tak pernah menyelesaikan kursus saya pada jurusan desain grafis di Universitas Udayana Bali,” ujarnya. Ada sesuatu yang meraung-raung pikirannya dan itu adalah fashion. Setidaknya, selama 15 tahun menenggelamkan diri pada industri fashion, Oka telah memiliki 5 butik di Bali, di antaranya Atelier Le Chat di Ubud, Putu di Noto Ubud dan Okane di Kuta. Ia bahkan memiliki buyer di Tokyo, Prancis, Spanyol dan menjadi distributor Kiriaki Dress Antistress di Yunani, MANTRA di Thailand serta NADA di Kanada. Sepak terjangnya pun semakin membanggakan saat ia menggelar Jardin d’Hiver, fashion show tahunan Oka yang diselenggarakan Nusa Dua Beach, Bali.

I LOVE MONEY

”Kepribadian saya seperti bunglon. Terkadang kesederhanaan melekat pada diri saya. Di lain pihak, hingar-bingar pesta pun mampu menarik saya dari rasa tenang itu,” tukas Oka. Pernyataan tersebut jelas memberikan persepsi baru. Di balik megahnya hasil rancangan baju kelas dunia yang diciptakan, nafas kesederhanaan masih dijadikan salah satu senjata untuk menguatkan hasilnya. Terus terang, lepas dari atributnya sebagai desainer fashion, berbincang dengannya memberikan pelajaran hidup yang berarti. ”Saya mencintai fashion. Itu sebabnya saya masih berkutat dalam dunia ini.” Pernyataan tersebut mungkin terdengar sangat klise, sampai akhirnya ia menyatakan bahwa apa yang ia lakukan selama ini memang karena uang. “I love Money. Hahaha…,” tukasnya seraya tertawa lepas. Sangat jujur.

Keberhasilan Oka merupakan bentuk akumulasi dari talenta dan keramahannya berteman dengan banyak desainer fashion lainnya di Bali seperti Dina Midiani, Mardiana Ika, Putu Aliki dan Ali Charisma yang juga tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). Mereka pun rajin menyelenggarakan Bali Fashion Week dan Fashion Tendance Bali, karena baginya, desainer harus mampu menunjukkan eksistensi dan keandalan rancangannya melalui perhelatan fashion show. “Bali adalah jendela dunia. Saya tidak akan meninggalkan Bali, karena di sinilah saya dapat mengekspresikan dunia saya sendiri sebagai desainer.” Sebagai tujuan wisata dunia, Bali mampu menarik banyak buyer, dan berkat para buyer ini, Oka mampu memperluas jaringan dan menjual desainnya ke enam negara seperti Amerika Serikat, Spanyol, Itali, Yunani, Brazil dan Australia.

Bersama para sahabat sesama desainer, Oka turut berpartisipasi dalam Hong Kong Fashion Week. Prestasi ini tentunya sangat menggembirakan, mengingat keterlibatannya dalam ranah fashion tingkat dunia itu berlangsung secara reguler. “Hong Kong Fashion Week dapat disiratkan sebagai sebuah langkah bisnis yang terprogram untuk mempromosikan rancangan saya. Ibaratnya, sekali merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Saya tidak perlu memproduksi rancangan terbaru dalam jumlah banyak. Para buyer akan datang, melihat dan membeli hasil kreativitas saya,” tandas pria yang menjadi satu satunya wakil Indonesia dalam Asia Fashion Exchange di Singapura ini.

Ia pun selalu memahami makna dari semua desain yang ia gali, agar tidak hanya sekadar menjadi benda jadi, tapi juga sebuah seni. Seni yang melibatkan perasaannya dalam mengerjakan setiap detail jahitan dan pola yang ia coretkan pada lembaran sketsa. Baginya, industri fashion selalu haus akan inovasi dan imajinasi tanpa batas untuk menawarkan karya-karya yang mampu menjawab keinginan dan kepuasan buyer. Saat semua klien merasa bahagia dengan hasil karyanya, di situlah Oka menemukan arti dari kepuasan yang sesungguhnya. “I feel glad when they’re glad. It’s that simple,” ujar Oka dengan senyum sumringahnya.


EGO PROJECT

Oka yang turut mengharumkan nama bangsa dengan berpartisipasi dalam KL Asia Fashion Week memang selalu senang melihat kebahagian orang lain atas hasil kerjanya. Namun bukan berarti ia tidak memiliki idealisme setiap kali membuat karya baru. “Saya selalu menciptakan ego project untuk kepuasan batin. Saya tidak peduli apakah orang lain menyukai rancangan saya atau tidak, yang terpenting saya merasakan kepuasan batin tanpa batas.” Hal itu disadari betul oleh Oka, bahwa seorang desainer mutlak memiliki ciri unik yang lahir dari karakter masing-masing. Sleek, clean dan tanpa frill yang rumit adalah signature dari semua hasil eksplorasinya dalam berkreasi. Saat semua karya Ego Project dipamerkan dalam butik atau fashion week, Oka merasa bahwa hanya ia lah yang mengagumi karya itu. Namun saat para buyer pun turut menyukainya, itulah arti kepuasan yang benar-benar nyata.

Kepuasannya semakin memuncak ketika banyak desainer muda mulai mengikuti atau bahkan meniru hasil pola pikir karyanya. Namun Oka pun sadar bahwa hal tersebut sebenarnya merupakan sebuah pujian yang terselubung. “Bangga. Sangat bangga. Hanya itu yang mungkin dapat saya rasakan ketika banyak desainer muda memilih saya sebagai acuan mereka untuk mengeksplorasi dunia fashion,” ujarnya. Ia yakin, hanya orang-orang yang mampu mengembangkan kreativitas secara positiflah yang nantinya akan mampu bertahan. Dunia fashion adalah dunia yang penuh dengan inspirasi. Karenanya, Oka sangat berharap dapat terus mengadakan workshop untuk memberi inspirasi, dan membagi ilmu serta pengalamannya berkecimpung dalam industri fashion.

Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Oka pun harus segera bergegas dan bersiap-siap untuk kegiatan fashion show-nya. Satu hal yang tak lupa ia sampaikan, “Fashion dan seni merupakan jiwa saya. Hampir setengah jiwa saya. Kalaupun saya ‘berselingkuh’ pada dunia diving yang saya cintai, itu artinya saya sedang menangkap ribuan inspirasi yang akan saya tuangkan dalam selembar sketsa indah,” tutupnya.

Advertisements
Comments
  1. ARDIAN says:

    Best Fashion Designer from BALI !
    Jakarta? Where is that?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s