Hee Sook Lee-Niinioja, Cinta Dua Benua

Posted: August 25, 2010 in Uncategorized

Sebuah ruangan di penjara disulap menjadi tempat pembuatan sabun dan dinamakan Madame Lee. Itulah tanda kecintaan para narapidana Indramayu terhadap wanita asal Korea ini.

Berdasarkan pengamatan saya, orang Indonesia memiliki tingkat kreativitas yang tinggi. Sayangnya, mereka kurang berfikir logis dan hanya mengandalkan emosi.” –Hee Sook Lee-Niinioja-

Kecintaan
Dr. Hee Sook Lee-Niinioja terhadap bangsa Indonesia muncul sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di negeri ini. Ia adalah seorang seniman, desainer, jurnalis sekaligus cendekiawan yang juga merupakan istri dari Duta Besar Finlandia bagi Indonesia pada saat itu, H.E. Mr. Markku Niinioja. Melalui berbagai hal yang dilakukannya, ia telah membuktikan bahwa ketulusan adalah prinsip hidup yang terpenting. Hal tersebutlah yang ia terapkan saat mengunjungi Indramayu dan mengajari para narapidana berkreativitas membuat sabun.

Bersama para relawan dan Dr. Erliza dari Institut Pertanian Bogor, peraih gelar PhD jurusan arsitektur dari Universitas Oxford Brookes Inggris ini, memilih untuk mengajar cara membuat sabun dengan harapan para narapidana dapat menghasilkan uang sendiri setelah meninggalkan jeruji besi.

”Saya berharap bahwa sabun yang mereka buat dapat membersihkan tidak hanya raga tetapi juga jiwa, sehingga mereka dapat semakin mendekatkan diri pada Tuhan dan tidak mengulangi kejahatan yang pernah mereka lakukan,” ujar wanita kelahiran Busan, Korea Selatan, 60 tahun silam ini.
Sabun yang dibuat Dr. Lee memiliki pola yang menyiratkan makna perdamaian, terdapat simbol
Cosmos (Hindu-Buddha), Cross (Kristen), Oneness (Muslim), dan elemen hidup (udara, api, bumi dan air).

Kepeduliannya terhadap bangsa Indonesia terus ditunjukkan dengan cara mengusulkan workshop pembuatan sabun dan membatik pada Aceh Design Council bagi para korban tsunami di Aceh beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, salah satu hotel di Aceh menggunakan sabun yang dibuatnya.

Dr. Lee yang saat ini masih menetap di Finlandia juga menaruh kekaguman pada batik. ”Sayangnya, batik masih dianggap milik sebagian tradisi masyarakat tertentu saja. Padahal dunia luar menganggap Indonesia sebagai satu kesatuan,” ujar wanita Asia pertama yang mempelajari seni dan desain di Norwegia ini. Dalam waktu dekat, ia akan mengunjungi Indonesia untuk mengikuti workshop membatik yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung. ”Saya memiliki ketertarikan pada batik dan berniat membuat mantel mandi dengan rancangan batik yang unik dan indah.”

Sebagai wanita, Hee Sook Lee percaya bahwa kesuksesan dapat diraih dengan pendidikan yang berkualitas, kemampuan dan keimanan pada Tuhan. ”We exist in this world to use our talents,” paling tidak itulah yang sering ia suarakan untuk memotivasi semua orang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s